Senin, 08 Desember 2025

Pendekatan & Objek Kajian Geografi

 Pendekatan Geografi

Pendekatan geografi tuh apa sih? Jadii, pendekatan geografi adalah segala hal yang memiliki hubungan dengan lingkungan hidup manusia, termasuk interaksi antar makhluk hidup dan sekitarnya. Biasanya, pendekatan geografi digunakan untuk menganalisa dan mengkaji berbagai macam gejala alam serta fenomena geosfer.

Ilmu geografi dibagi jadi tiga pendekatan, yaitu pendekatan keruangan, pendekatan ekologi, dan pendekatan kompleks wilayah. Mari kita bahas satu per satu.

1. Pendekatan Keruangan

 


Setiap fenomena geografi di masing-masing wilayah pasti berbeda-beda dan mempunyai pola keruangan/spasial tertentu (spatial structure). Nah, tugas para ahli geografi adalah untuk menjawab pertanyaan, kenapa sih pola keruangan fenomena geografi bisa seperti itu dan bagaimana terjadinya (spatial process).

Akibat perbedaan tersebut biasanya timbul interaksi antarwilayah dalam bentuk adanya pergerakan manusia, barang, dan jasa. Tahukah kamu tema analisis keruangan merupakan ciri utama dari geografi, lho.

Selain itu, pendekatan penelitian keruangan juga paling kuat kemampuannya untuk melakukan perumusan (generalisasi) dalam rangka menyusun teori. Misalnya, contoh konkret penggunaan pendekatan keruangan untuk mengkaji antara tingkat kemiringan lereng, jenis tanah, dan vegetasi dengan terjadinya erosi.

2. Pendekatan Ekologi

Rangkaian fenomena dipandang dalam satu kesatuan ruang dan saling berkaitan di dalam sebuah sistem, dengan manusia sebagai unsur utamanya.

Alasannya, campur tangan manusialah yang membuat keseimbangan ekologis menjadi terganggu. Maka, nggak heran kalau banyak ahli geografi yang memakai analisis ekologi.

Biasanya, pendekatan ekologi untuk mengkaji siklus hidrologi, siklus erosi, pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), serta pengelolaan lingkungan dan sumber daya.

Namun, analisis ekologi juga tidak terlepas dari kelemahannya, yang terletak pada lemahnya perumusan masalah dibanding dengan analisis keruangan. Akibatnya, sulit untuk dapat menghasilkan teori. Tetapi keunggulannya, terletak pada fokus yang lebih besar terhadap masalah lingkungan.

3. Pendekatan Kompleks Wilayah

Pendekatan kompleks wilayah merupakan perpaduan antara analisis keruangan dan analisis ekologi. Kelemahannya adalah kurang jelasnya struktur serta fokus yang berorientasi pada masalah.

Sementara itu, keunggulannya terletak pada fungsinya sebagai penggabungan analisis (sintesis) yang memungkinkan pemahaman secara keseluruhan dan komprehensif atas wilayah. Hal ini tentu saja sangat diperlukan di dalam pengelolaan lingkungan dan sumber daya.

Contoh penggunaan pendekatan kompleks wilayah adalah ketika menganalisis perkembangan wilayah metropolitan yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Pendekatan kompleks wilayah adalah salah satu analisis geografi yang dikemukakan oleh Hartshorne (1939), Luckermann (1964), Broek (1965), Mitchell (1979), dan Hagget (1983).

 

Objek Kajian Geografi

Secara garis besar, objek kajian geografi terbagi menjadi dua nih, ada objek material yang berkaitan dengan fenomena geosfer dan objek formal yang berkaitan dengan cara pandang geografi. Bedanya apa sih?

1. Objek Material

Berupa kajian geografi dan yang paling umum dikenal yaitu mengenai geosfer (lapisan bumi), yang meliputi:

Litosfer (lapisan keras) adalah lapisan luar/kerak bumi kita

Atmosfer (lapisan udara) dan lapisan atmosfer bawah dikenal sebagai troposfer.

Hidrosfer (lapisan air) berupa lautan, danau, sungai, dan air tanah.

Biosfer (lapisan tempat hidup) terdiri atas hewan, tumbuhan, dan manusia sebagai suatu komunitas, bukan dilihat sebagai individu.

Pedosfer (lapisan tanah) yaitu lapisan batuan dan telah mengalami pelapukan, baik pelapukan fisik, organik, maupun kimia.

Kesimpulannya objek material geografi meliputi gejala-gejala yang terjadi di muka bumi, seperti aspek batuan, tanah, gempa bumi, cuaca, iklim, gunung api, udara, air, serta flora dan fauna yang terkait dengan kehidupan manusia.

2. Objek Formal

 


Objek formal dalam geografi adalah sudut pandang dan cara kita berpikir terhadap suatu gejala yang ada di muka bumi. Cara berpikir tersebut mencakup keruangan (spasial), kelingkungan (ekologi), dan kewilayahan (kompleks wilayah) seperti yang sudah kita bahas sebelum ini.

Pada ilmu geografi selalu ditanyakan mengenai di mana suatu gejala terjadi, dan mengapa bisa terjadi di sana. Maka diharapkan mampu menjawab berbagai pertanyaan sebagai berikut.

Apa (what), terkait struktur, pola, fungsi dan proses kejadian di permukaan bumi.

Di mana (where), terkait letak suatu objek geografi di permukaan bumi.

Berapa (how much/many) menjelaskan ukuran (jarak, luas, isi, dan waktu) objek geografi dalam bentuk angka-angka.

Mengapa (why) memuat rangkaian waktu dan tempat, latar belakang, atau interaksi/saling kebergantungan suatu gejala, peristiwa, dan motivasi manusia.

Bagaimana (how), berkaitan dengan penjabaran suatu pola, fungsi, dan proses gejala dan peristiwa.

Kapan (when), menjelaskan waktu berlangsungnya kejadian.

Siapa (who), berkaitan dengan subjek/pelaku dari suatu kejadian atau peristiwa.

Sebagai contoh, ada suatu perkampungan yang mengalami kesulitan air bersih. Dalam memandang peristiwa ini pertanyaan yang harus dijawab, seperti berikut.

Apa (what) yang terjadi? Jawab: kesulitan air bersih.

Di mana (where) kesulitan air bersih terjadi? Jawab: di Kampung Puragi, Sorong Selatan.

Berapa (how much/many) banyak air bersih yang masih bisa dimanfaatkan? Jawab: bila dalam keadaan hujan, debit sungai mencapai 1 l/S, namun saat kemarau panjang sama sekali tidak ada debit.

Mengapa (why) bisa terjadi? Jawab: akibat pengaruh iklim dan letak perkampungan di dekat wilayah pantai, maka jika tidak hujan hanya bisa mengakses air payau.

Bagaimana (how) kesulitan air bersih itu berlangsung? Jawab: hal ini melanda seluruh kawasan Kampung Puragi, yang ditandai dengan mengeringnya sumur-sumur penduduk dan sungai.

Kapan (when) hal itu terjadi? Jawab: terutama saat musim kemarau tiba (April – Oktober).

Siapa (who) yang harus terlibat dalam mengatasi masalah tersebut? Jawab: seluruh masyarakat Kampung Puragi, pemerintah daerah, akademisi, dan pemerintah pusat.


=========
Link video terkait materi :







Prinsip Geografi

 Pengertian Prinsip Geografi

Secara bahasa, prinsip adalah kebenaran yang dijadikan dasar dalam bertindak. Terus, kalau prinsip dalam geografi itu maksudnya gimana yaa?

Prinsip geografi adalah sebuah landasan dalam menjelaskan suatu gejala atau fenomena yang terjadi. Contohnya, kita mau membahas tentang fenomena air terjun.

Dari air terjun ini, hal apa nih, yang mau kita bahas? Letak air terjunnya? Ketinggiannya? Proses pembentukannya? Atau komponen-komponen lainnya? Nah, landasan yang kita gunakan dalam membahas suatu fenomena geografi itulah yang disebut sebagai prinsip geografi.

Jenis-Jenis Prinsip Geografi

Prinsip geografi terdiri atas 4 macam, yaitu prinsip distribusi, prinsip interelasi, prinsip deskripsi, dan prinsip korologi. Cus, kita bahas satu per satu!



1. Prinsip Deskripsi

Prinsip deskripsi adalah prinsip geografi yang digunakan untuk menggambarkan atau memaparkan sebuah fenomena geosfer. Prinsip ini berfokus pada penjabaran, tanpa adanya analisis mendalam.

Penggambaran atau penjabaran pada prinsip ini bisa menggunakan tabel, grafik, peta/citra, serta tulisan. Contohnya seperti tabel data jumlah penduduk di Asia Tenggara, grafik kenaikan jumlah kasus Covid 19 di Indonesia, peta data kerusakan gempa di Palu, dan artikel tentang air terjun Niagara.

2. Prinsip Distribusi

Prinsip distribusi adalah prinsip geografi yang berfokus pada persebaran suatu fenomena geosfer. Jadi, prinsip ini membahas seberapa luas persebaran suatu fenomena, seberapa sering atau jarang suatu fenomena tersebut muncul, dan sebagainya.

Contohnya yaitu peta persebaran sumber daya alam logam di Indonesia dan peta persebaran penduduk Jawa Barat. Ciri khas dari prinsip ini adalah adanya data persebaran, jadi prinsip ini bisa digunakan ketika terdapat ketidakmerataan fenomena di suatu wilayah.

3. Prinsip Interelasi

Prinsip interelasi adalah prinsip geografi yang berfokus pada hubungan timbal balik atau sebab akibat antarfenomena geosfer. Prinsip ini menjelaskan mengapa fenomena bisa terjadi akibat adanya fenomena lain.

Contohnya yaitu gempa bumi bisa terjadi akibat adanya tumbukan lempeng bumi. Selain itu, adanya hujan lebat yang terjadi secara terus-menerus dapat menyebabkan terjadinya banjir.

4. Prinsip Korologi

Prinsip korologi adalah prinsip geografi yang menjabarkan, melihat persebaran, dan hubungan sebab akibat dari fenomena yang terjadi.

Dengan kata lain, prinsip ini merupakan gabungan dari ketiga prinsip sebelumnya, yakni prinsip deskripsi, distribusi, dan interelasi. Karena merupakan gabungan, maka prinsip inilah yang cakupannya paling lengkap dibandingkan prinsip lainnya.

Contohnya kita ingin membahas tentang gunung api di Indonesia, maka kita bisa membahas:

    Jumlah gunung api yang ada di Indonesia.

    Persebaran gunung api di Indonesia.

    Alasan mengapa Indonesia memiliki banyak gunung api (proses terjadinya gunung api).

Contoh lainnya, misalnya kita ingin membahas tentang banjir di suatu wilayah, maka kita bisa membahas:

    Kapan dan di mana banjir tersebut terjadi, apakah ada korban jiwa, seberapa besar kerugian yang timbul.

    Di titik-titik mana saja banjir tersebut terjadi di wilayah tersebut, apakah terjadi di seluruh wilayah atau memusat di titik tertentu saja.

    Alasan mengapa banjir tersebut bisa terjadi.


=================

Link Video materi terkait:






Rabu, 12 November 2025

Soal SIG

 

Soal SIG

 

Soal 1

Seorang peneliti lingkungan ingin mengetahui daerah yang paling berpotensi longsor dengan memadukan data curah hujan, kemiringan lereng, dan jenis tanah. Kegiatan tersebut menggambarkan bahwa SIG berfungsi untuk...
A. Membuat peta fisik wilayah secara manual.
B. Menyimpan data numerik tanpa lokasi.
C. Menganalisis dan mengintegrasikan berbagai data spasial.
D. Mengukur luas wilayah tanpa peta digital.
E. Menentukan arah dan jarak menggunakan GPS saja.

Kunci Jawaban: C
Level HOTS: Menganalisis fungsi integratif SIG dalam pengolahan data spasial.


Soal 2

Perhatikan beberapa aktivitas berikut:

1.    Mengumpulkan data spasial dari citra satelit.

2.    Mengubah data spasial menjadi informasi tematik.

3.    Mengganti warna simbol agar peta lebih menarik.

4.    Menghitung jarak antara dua titik pada peta digital.

5.    Menyimpan data dalam format tabel Excel tanpa koordinat.

Yang termasuk dalam pengertian SIG secara operasional adalah...
A. 1, 2, dan 3
B. 1, 2, dan 4
C. 2, 3, dan 5
D. 3, 4, dan 5
E. 1, 3, dan 5

Kunci Jawaban: B
Level HOTS: Mengevaluasi aktivitas yang sesuai dengan konsep operasional SIG.


Soal 3

Pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan pengertian SIG adalah...
A. Alat untuk menggambar peta secara digital tanpa analisis.
B. Sistem manual untuk mencatat data geografis di lapangan.
C. Gabungan antara perangkat keras, perangkat lunak, dan data untuk menganalisis fenomena geografis.
D. Metode untuk menentukan arah mata angin di peta.
E. Teknik untuk mengubah citra satelit menjadi foto udara.

Kunci Jawaban: C
Level HOTS: Memahami konsep sistemik SIG sebagai integrasi berbagai komponen.


Soal 4

Seseorang mengatakan bahwa “SIG tidak penting karena semua data bisa dilihat di Google Maps.”
Pernyataan tersebut tidak tepat karena...
A. SIG hanya digunakan oleh lembaga pemerintah.
B. Google Maps merupakan contoh hasil penerapan teknologi SIG, bukan keseluruhan sistemnya.
C. SIG tidak dapat digunakan untuk navigasi.
D. Google Maps tidak mengandung data spasial.
E. SIG tidak memiliki fungsi analisis.

Kunci Jawaban: B
Level HOTS: Mengevaluasi miskonsepsi tentang perbedaan antara aplikasi peta dan sistem SIG.


Soal 5

Kamu diminta membantu menentukan lokasi ideal pembangunan sekolah baru di Kecamatan Arut Selatan.
Langkah pertama yang paling tepat dalam konteks penggunaan SIG adalah...
A. Mendesain bangunan sekolah dalam software 3D.
B. Mengumpulkan data kependudukan, akses jalan, dan ketersediaan lahan.
C. Mencari lokasi sekolah lain menggunakan Google Search.
D. Membuat anggaran pembangunan sekolah.
E. Melakukan wawancara dengan warga tanpa peta dasar.

Kunci Jawaban: B
Level HOTS: Menerapkan konsep SIG untuk perencanaan berbasis lokasi.

 

Pengertian SIG

 

Pengertian SIG Menurut Para Ahli

 

Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai gabungan dari beberapa unsur pokok diantaranya sistem, informasi, dan geografis. 

Sistem Informasi Geografis (SIG) sendiri merupakan sistem yang menekankan kepada berbagai unsur informasi geografis mulai dari informasi tentang tempat tempat yang berada di permukaan bumi, pengetahuan tentang informasi dan berbagai atribut di permukaan bumi namun dengan posisi yang telah diketahui serta letak suatu objek di permukaan bumi. Simak penjelasan lebih lengkapnya mengenai Sistem Informasi Geografis (SIG) berikut ini:

Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah suatu sistem yang bertugas menyajikan, mengumpulkan suatu data atau informasi terkait geografi.

Data ini berisikan fakta dan permukaan bumi secara lengkap, mulai dari topografi, jenis tanah, hidrologi, budaya, keadaan geologi, hingga ke iklimnya. Wujud data ini kemudian disajikan dalam bentuk peta sehingga sistem informasi geografi tidak terlepas dari peta yang berfungsi sebagai basis data.

Menurut beberapa pakar Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan sistem yang terdiri dari software atau perangkat lunak, perangkat keras,serta data manusia organisasi dan lembaga yang digunakan untuk menyimpan, menganalisis, mengumpulkan serta menyebarkan informasi-informasi terkait daerah-daerah di permukaan bumi,

Sistem Informasi Geografis (SIG) sendiri diantaranya adalah sistem komputer yang digunakan untuk mengintegrasi, mengumpulkan, memeriksa, dan menganalisis informasi-informasi yang berhubungan dengan permukaan bumi, Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk menganalisis, menyimpan, dan menampilkan baik data spasial maupun nonspasial, Sistem Informasi Geografis (SIG) juga merupakan sistem komputer yang digunakan untuk menyimpan, memeriksa, mengintegrasikan, memasukkan (capturing), memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan berbagai data yang berhubungan dengan berbagai posisi di permukaan bumi.

Murai: 

Pada tahun 1999 mengungkapkan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai suatu sistem informasi yang digunakan untuk menyimpan, memasukan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis hingga menghasilkan data dengan referensi geografis atau data geospatial, tujuannya  mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan dan perencanaan penggunaan lahan, lingkungan, transportasi, fasilitas kota, sumber daya alam, dan pelayanan umum lainnya.

 Bernhardsen: 

Pada tahun 2002 Bernhardsen berpendapat Sistem Informasi Geografis (SIG) menjadi sistem komputer yang kemudian digunakan untuk memanipulasi data geografi. Sistem ini kemudian diimplementasikan juga dengan hardware atau perangkat keras dan software atau perangkat lunak komputer yang berfungsi untuk verifikasi data, kompilasi, penyimpanan, akusisi, perubahan hingga  pembaharuan data. Tak hanya itu ia juga berfungsi sebagai pemanggilan dan presentasi data, manajemen dan pertukaran data, manipulasi data, hingga analisa data.

 Gistut: 

Tahun 1994 Gistut berpendapat bahwa Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan sistem yang kemudian dapat membantu suatu pengambilan keputusan spasial dan mampu mengintegrasikan karakteristik-karakteristik fenomena dan deskripsi-deskripsi lokasi yang ditemukan di lokasi tersebut. Sistem Informasi Geografis (SIG) mencakup teknologi dan metodologi yang kemudian diperlukan, diantaranya data spasial pada perangkat keras atau hardware, juga perangkat lunak (software) dan struktur organisasi

 

Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa

Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan sistem berbasis komputer yang digunakan untuk memanipulasi, menganalisis, menyimpan informasi geografis. Dengan Sistem Informasi Geografis (SIG), seluruh data yang ada pada suatu wilayah dapat dianalisis, disimpan, dimanipulasi,melalui komputer.

Teknologi komputer sendiri mampu menangani berbagai informasi secara cepat dan akurat sehingga Sistem Informasi Geografis (SIG) yang berbasis teknologi komputer menjadi pilihan bagi banyak pengguna pada saat ini.

 Tugas Utama Sistem Informasi Geografis (SIG)

sistem informasi geografis (gis) (1)Tujuan utama Sistem Informasi Geografis (SIG) diantaranya adalah Input Data, dimana sebelum data geografis kemudian digunakan dalam Sistem Informasi Geografis (SIG), data tersebut kemudian harus dikonversi terlebih dahulu ke dalam bentuk digital. Proses konversi data dari peta kertas kepada foto dalam bentuk digital atau disebut juga dengan digitizing. Sistem Informasi Geografis (SIG) modern sendiri berfungsi melakukan berbagai proses ini secara otomatis dengan memanfaatkan teknologi scanning, tugas utama lainnya diantaranya:

Pembuatan Peta, proses pembuatan peta dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) lebih fleksibel dibanding dengan pendekatan kartografi otomatis atau cara manual. Prosesnya kemudian diawali dengan pembuatan database. Peta kertas sendiri dapat diubah ke bentuk digital serta informasi digital yang kemudian dapat diterjemahkan ke dalam Sistem Informasi Geografis (SIG). Peta yang dihasilkan sendiri dapat digunakan di berbagai skala serta menunjukkan berbagai informasi sesuai dengan karakteristik tertentu.

Manipulasi data, data dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) kemudian akan membutuhkan manipulasi atau transformasi untuk membuat data-data tersebut kompatibel dengan sistem. Teknologi ini kemudian menyediakan berbagai alat bantu untuk memanipulasi data serta menghilangkan berbagai data yang tidak dibutuhkan.

Manajemen file, saat volume data kian besar dan jumlah data pengguna semakin banyak, maka solusi terbaik yang harus dilakukan ialah penggunaan DBMS atau database management system untuk membantu mengatur, menyimpan, dan mengelola data. Analisis query, pada Sistem Informasi Geografis (SIG) juga menyediakan berbagai kapabilitas dalam menampilkan alat bantu dan query  untuk menganalisis informasi yang ada. Teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) sendiri digunakan untuk menganalisis berbagai data geografis untuk melihat berbagai tren dan pola yang ada.

Tugas utama SIG lainnya yaitu memvisualisasikan hasil akhir dari tipe-tipe operasi geografis dalam bentuk peta atau graf. Peta sendiri sesungguhnya sangat efisien digunakan untuk menyimpan dan mengkomunikasikan berbagai informasi geografis. Namun saat ini Sistem Informasi Geografis (SIG)  juga sudah mengintegrasikan berbagai tampilan peta serta menambahkan tampilan tiga dimensi, laporan, serta multimedia.ir, staf profesional teknik yang meliputi atialis juga programer, serta manajer yang bertanggung jawab atas Sistem Informasi Geografis (SIG) secara keseluruhan.

 

Soal Tahapan Kerja SIG

 

1. Berikut ini adalah contoh analisis data dalam pengolahan dan penyimpanan data (proses) SIG dengan menggunakan analisis garis dan bidang yaitu...
a. Menghasilkan peta klasifikasi pertanian
b. Menentukan daerah rawan banjir
c. Dapat menangani peta dengan klasifikasi tertentu
d. Menentukan daerah klasifikasi yang padat penduduknya
e. Menghasilkan daerah tepian sungai dengan lebar tertentu

Pembahasan

e. Menghasilkan daerah tepian sungai dengan lebar tertentu


2. Pernyataan:
1) editing
2) akuisisi
3) buffering
4) transformasi koordinat
5) pemberian atribut
6) pengarsipan
Tahapan pemasukan data dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) ditunjukkan oleh angka...
a. 1, 2, 3, dan 4
b. 1, 2, 4, dan 5
c. 2, 3, 4, dan 5
d. 2, 4, 5, dan 6
e. 3, 4, 5, dan 6

Pembahasan

b. 1, 2, 4, dan 5


3. Pernyataan:
1) buffering
2) akuisisi
3) scorring
4) overlay
5) editing
Tahapan analisis data dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) ditunjukkan oleh angka...
a. 1, 2, dan 3
b. 1, 3, dan 4
c. 2, 3, dan 4
d. 2, 3, dan 5
e. 3, 4, dan 5

Pembahasan

b. 1, 3, dan 4


4. Pada Sistem Informasi Geografis (SIG) jaringan jalan dipresentasikan sebagai data garis dan pomba bensin dipresentasikan sebagai tanda titik. Kedua objek tersebut berupa garis dan titik tersebut merupakan jenis data...
A. Raster
B. Vektor
C. Primer
D. Atribut
E. Terentrial

Pembahasan

B. Vektor


5. Sistem Informasi Geografi (SIG) memerlukan masukan data. Data tersebut diperoleh dari...
A. Data tabular, data GPS, dan data digital
B. Data digital, peta analog, dan data tabular
C. Data penginderaan jauh, data mentah, dan data GPS
D. Data analog, pengukuran lapangan, dan data GPS
E. Observasi, pengukuran lapangan, dan wawancara

Pembahasan


6. Agar dapat dianalisis secara tepat, Sistem Informasi Geografis (SIG) membutuhkan masukan data yang akurat. Sumber data SIG dapat berupa...
A. Data tabular, data GPS, dan data digital
B. Data digital, peta analog, dan data tabular
C. Observasi, pengukuran lapangan, dan wawancara
D. Peta analog, pengukuran lapangan, dan data GPS
E. Data penginderaan jauh, data mentah, dan data GPS

Pembahasan


7. Pemberian skor (scoring) merupakan tahapan dalam manipulasi dan analisis data SIG. Salah satu penerapannya pada pemetaan kawasan resiko tsunami, Penilaian resiko tsunami yang paling besar di suatu wilayah saat pemberikan skor pada aspek...
A. Keberadaan lokasi objek wisata
B. Daerah dekat sungai dan pantai
C. Daerah yang dekat pegunungan
D. Kawasan hutan dan persawahan
E. Permukiman padat penduduk

Pembahasan

 B. Daerah dekat sungai dan pantai


8. Indonesia mempunyai potensi pariwisata beragam. Berbagai aspek pariwisata tersebut dapat dipetakan sesuai potensinya menggunakan SIG. Pengklasifikasian tersebut meliputi beberapa aspek, yaitu...
A. Kepadatan penduduk dan lokasi daerah wisata
B. Fasilitas tempat wisata dan sarana transportasi
C. Tingkat kerawanan bencana dan fasilitas wisata
D. Potensi pertanian dan akses menuju lokasi wisata
E. Kondisi geologis dan permukiman sekitar lokasi wisata

Pembahasan

 B. Fasilitas tempat wisata dan sarana transportasi


9. Perhatikan jenis-jenis peta berikut!
(1) Peta persebaran penduduk
(2) Peta tata guna lahan
(3) Peta sumber daya alam
(4) Peta topografi
(5) Peta administrasi wilayah
Untuk menghasilkan peta lokasi industri konveksi menggunakan Sistem Informasi Geografi jenis peta yang dibutuhkan ditunjukkan oleh angka....
A. 1, 2, dan 3
B. 1, 2, dan 4
C. 1, 3, dan 4
D. 2, 4, dan 5
E. 3, 4, dan 5

Pembahasan

 B. 1, 2, dan 4

 


Soal Manfaat SIG

 

1. Pernyataan:
1) ketersediaan migas
2) ketersediaan batubara dan emas
3) ketersediaan besi dan tembaga
Manfaat Sistem Informasi Geografis sesuai pernyataan tersebut adalah...
a. Menyusun kembali daerah terbelakang
b. Pencegahan terjadiinya bencana
c. Intentariasi sumber daya alam
d. Peningkatan impor sumber daya alam
e. Optimalisasi penggunaan sumber daya alam

Pembahasan

c. Intentariasi sumber daya alam


2. Pernyataan:
1) pemantauan pencemaran lingkungan
2) pemantauan penggunaan lahan
3) pemetaan lokasi potensi ikan di laut
4) pemetaan jenis penggunaan lahan
5) pemantauan luas kebakaran hutan
Manfaat Sistem Informasi Geografis dalam bidang evaluasi pelaksanaan pembangunan terdapat pada angka...
a. 1, 2, dan 4
b. 1, 3, dan 4
c. 1, 3, dan 5
d. 2, 3, dan 5
e. 2, 4, dan 5

Pembahasan

a. 1, 2, dan 4


3. Peranan Sistem Informasi Geografis dalam pelaksanaan pembangunan adalah menyajikan informasi...
a. bentang budaya dan bentang alam
b. perkembangan ekonomi dan sosial
c. perkembangan negara dan bangsa
d. perkembangan pendidikan dan sosial
e. lapangan kerja dan kegiatan sosial

Pembahasan

a. bentang budaya dan bentang alam


4. Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis dalam bidang geotektonik adalah untuk...
a. mitigasi bencana alam yang disebabkan oleh tektonik
b. mempermudah perencanaan pembuatan jalan raya
c. mempercepat proses penanganan kebakaran hutan
d. memprediksi akan adanya bahaya longsor di muka bumi
e. percepatan informasi akurat dalam bidang perhubungan

Pembahasan

a. mitigasi bencana alam yang disebabkan oleh tektonik


5. Sistem Informasi Geografis (SIG) bermanfaat untuk pengamatan dalam bidang nonfisik. Salah satunya dalam bidang sosial, yaitu...
a. prediksi daerah dengan penduduk miskin
b. strategi mengurangi angka pengangguran
c. inventarisasi data pengembangan sekolah
d. perencanaan pembangunan industri
e. penentuan kelas kemampuan lahan

Pembahasan

a. prediksi daerah dengan penduduk miskin


6. Mobilitas penduduk berkaitan dengan proses perpindahan penduduk. Manfaat data SIG bagi pemerintah dalam menunjang mobilitas penduduk yaitu...
A. Perencanaan penggunaan lahan
B. Penentuan lokasi terminal bus
C. Perencanaan jaringan telekomunikasi
D. Perencanaan pengembangan fasilitas umum
E. Perencanaan penembangan jaringan transportasi

Pembahasan

E. Perencanaan penembangan jaringan transportasi


7. Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat dimanfaatkan untuk mendukung kehidupan masyarakat. Salah satu manfaat SIG pada bidang kebencanaan adalah...
A. Prediksi terjadinya bencana
B. Pengambilan keputusan relokasi
C. Perhitungan jumlah korban bencana
D. Pengaktifan alat peringatan dini bencana
E. Perencanaan pembangunan kembali pascabencana

Pembahasan

E. Perencanaan pembangunan kembali pascabencana


8. Manfaat SIG untuk mengatasi kemacetan lalu lintas akibat keterbatasan lahan adalah...
A. Perencanaan rute ambulans
B. Perencanaan rute jalan tol
C. Perencanaan jalur alternatif
D. Penempatan kabel bawah tanah
E. Penentukan lokasi bandar udara

Pembahasan

C. Perencanaan jalur alternatif


9. Perhatikan manfaat SIG berikut!
(1) Inventarisasi kesesuaian lahan
(2) Perencanaan tata guna lahan
(3) Analisis daerah rawan banjir
(4) Analisis rute perjalanan logistik
(5) Analisis bentuk topografi
Manfaat SIG untuk perencanaan wilayah ditunjukkan oleh angka...
A. 1, 2, dan 3
B. 1, 2, dan 4
C. 2, 3, dan 4
D. 2, 3, dan 5
E. 3, 4, dan 5

Pembahasan

A. 1, 2, dan 3


10. Perhatikan ketersediaan sumber daya tambang berikut!
(1) Ketersediaan minyak dan gas
(2) Ketersediaan batu bara dan emas
(3) Ketersediaan besi dan tembaga
Manfaat Sistem Informasi Geografis (SIG) yang berkaitan dengan ketersediaan sumber daya tersebut adalah...
A. Pemetaan bahan galian fosil
B. Penentukan lokasi penambangan
C. Peningkatan impor sumber daya alam
D. Inventarisasi impor sumber daya alam
E. Optimalisasi penggunaan sumber daya alam

Pembahasan

D. Inventarisasi impor sumber daya alam


11. Perhatikan manfaat informasi data SIG berikut!
(1) Analisis bentuk topografi
(2) Inventarisasi kesesuaian lahan
(3) Perencanaan tata guna lahan
(4) Analisis rute perjalanan logistik
Manfaat SIG di bidang militer ditunjukkan oleh angka...
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 1 dan 4
D. 2 dan 3
E. 2 dan 4

Pembahasan

C. 1 dan 4


12. Perhatikan pernyataan berikut!
(1) Ketersediaan batu bara dan emas
(2) Ketersediaan minyak bumi dan gas alam
(3) Ketersediaan besi dan tembaga
Manfaat Sistem Informasi Georafis sesuai pernyataan yaitu...
A. Mencegah resiko bencana alam
B. Mengembangkan daerah terbelakang
C. Menginventarisasi sumber daya alam
D. Meningkatkan impor sumber daya alam
E. Mengoptimalisasi sumber daya alam

Pembahasan

C. Menginventarisasi sumber daya alam


13. Pengembangan kegiatatan pariwisata dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penggunaan SIG dalam bidang pariwisata yang bersifat evaluatif adalah...
A. Penentuan lokasi pengembangan wisata
B. Pemantauan jumlah kunjungan wisatawan
C. Penyediaan fasilitas penunjang lokasi wisata
D. Penentuan rute transportasi menuju lokasi wisata
E. Pembangunan pusat perdagangan sekitar wisata

Pembahasan

B. Pemantauan jumlah kunjungan wisatawan


14. Perhatikan manfaat SIG berikut!
(1) Perluasan jaringan listrik
(2) Analisis potensi pariwisata daerah
(3) Sistem jaringan air bersih
Manfaat SIG sesuai ciri-ciri tersebut yaitu...
A. Inventarisasi lahan pertanian
B. Pengawasan daerah bencana
C. Perencanaan kawasan perkebunan
D. Pengaturan tata guna lahan
E. Perencanaan pembangunan wilayah

Pembahasan

E. Perencanaan pembangunan wilayah


15. Bidang kelautan yang berkembang di Indonesia memanfaatkan SIG untuk beberapa kajiannya. Manfaat SIG di bidang kelautan yaitu...
A. Memantau daerah pasang surut di pesisir
B. Mengamati curah hujan di perairan laut
C. Memantau tingkat kerawanan bencana
D. Menganalisis daerah persebaran tambang
E. Merencanakan pembangunan pelabuhan laut

Pembahasan

E. Merencanakan pembangunan pelabuhan laut


16. Perhatikan jenis-jenis peta berikut!
(1) Peta intensitas curah hujan
(2) Peta kepekaan erosi
(3) Peta kelas kemiringan lereng
Informasi yang diperoleh berdasarkan analisis SIG dengan peta yaitu...
A. Pemetaan distribusi penduduk
B. Pemetaan produksi pertanian
C. Pemetaan bahaya rawan longsor
D. Pemilihan lokasi permukiman
E. Penentuan kawasan industri berat

Pembahasan

C. Pemetaan bahaya rawan longsor


17. Pernyataan:
(1) Menginventarisasi jaringan transportasi
(2) Menentukan daerah unggulan pariwisata
(3) Menyebarkan jaringan perhubungan
(4) Menyediakan informasi kependudukan
(5) Menentukan batas-batas suatu negara
Manfaat Sistem Informasi Geografis dalam kehidupan sehari-hari pada angka...
A. 1, 2, dan 3
B. 1, 2, dan 4
C. 2, 3, dan 4
D. 2, 3, dan 5
E. 3, 4, dan 5

Pembahasan

B. 1, 2, dan 4


18. Contoh pemanfaatan SIG pada bidang transportasi adalah...
A. Membantu perencanaan pembangunan bengkel mobil
B. Menghitung jumlah kecelakaan lalu lintas
C. Menghitung jumlah kepemilikan motor di suatu wilayah
D. Mendukung perencanaan pembangunan SPBU
E. Mendukung perencanaan pembangunan jalan tol

Pembahasan

E. Mendukung perencanaan pembangunan jalan tol