Senin, 08 Desember 2025

Aspek Ilmu Geografi

Geografi sebagai ilmu yang mempelajari tentang bumi memiliki bidang kajian yang sangat luas. Hampir semua fenomena alam maupun non alam menjadi bidang bahasan dalam geografi. Unsur-unsur geosfer saja seperti atmosfer, antroposfer, biosfer, hidrosfer dan lithosfer memiliki kajian yang banyak mulai dari jenis, bentuk fenomena geosfer hingga proses-proses yang menyertainya.

Begitu luasnya bidang kajian bumi, dan oleh Willian Kirk dibadgi menjadi 2 bagian aspek geografi yaitu aspek fisik dan nonfisik. Kedua aspek ini saling berhubungan satu sama lain dalam kehidupan di permukaan bumi.

Aspek fisik dan non fisik dalam kajian ilmu geografi antara lain :

1. Aspek Fisik, meliputi :

a. Aspek Topologi

aspek topologi merupakan bidang kajian geografi yang berkaitan dengan letak atau lokasi suatu wilayah yang meliputi bentuk muka buminya, luas area, dan batas-batas wilayahnya yang memiliki ciri khas tertentu.



Sebagai contoh berdasarkan aspek topologi Indonesia terletak di antara garis 6 derajat LU – 11 derajat LS dan 95 derajat BT sampai 141 derajat BT. Wilayah Indonesia memiliki luas total 5.893.250 juta km2 dengan hampir 67% wilayahnya di dominasi oelh perairan laut. Indonesia berbatasan dengan Samudera Hindia di bagian barat, Papua Nugini di bagian timur. Di sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Hindia, Timor Leste dan Australia. Sedangkan di sebelah utara berbatasan dengan Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina dan Vietnam.

b. Aspek Biotik

aspek biotik merupakan bidang kajian geografi yang berkaitan dengan karakteristik organisme (manusia, hewan dan tumbuhan) yang menempati permukaan bumi.


Sebagai contoh pada aspek biotik seperti gambar di atas adalah persebaran manusia berdasarkan ras atau warna kulit.

c. Aspek Non Biotik

aspek non biotik merupakan bidang kajian geografi yang berkaitan dengan faktor-faktor lingkungan yang berupa benda mati yang memiliki pengaruh terhadap kelangsungan hidup organisme yang ada di permukaan bumi.


Sebagai contoh misalnya peristiwa alam El Nino yang menyebabkan kekeringan di Indonesia dan banjir di daerah Peru Amerika Sealatan. Pada saat peristiwa La Nina dampak yang akan terjadi di Indonesia dengan Peru adalah sebaliknya.


2. Aspek NonFisik, meliputi

Aspek non fisik merupakan bidang kajian geografi yang menitik beratkan pada kajian manusia dari segi karakteristik perilakunya. Pada aspek non fisik mnusia dipandang sebagai fokus utama dari kajian geografi dengan memperhatikan pola penyebaran manusia dalam ruang dan kaitan perilaku manusia dengan lingkungannya. Beberapa contoh kajian pada aspek non fisik antara lain :

a. Aspek Sosial

Aspek sosial yang menjadi kajian dalam geografi misalnya adalah tentang kehidupan dan interaksi sosial seperti interaksi desa dan kota, sebaran adat dan tradisi, kelompok-kelompok masyarakat dan lembaga sosial.


Pada contoh di atas adalah adat bakar perahu di Bagansiapi-api yang secara sosial merekatkan hubungan antara penduduk pribumi dengan pendatang. Adat ini kemudian menjadi ritual tahunan di daerah tersebut dan termasuk dalam kalender wisata yang menjadi bagian dalam program Visit Indonesia.


b. Aspek Ekonomi

Aspek ekonomi yang menjadi kajian dalam geografi misalnya tentang persebaran dan jenis-jenis industri, perdagangan, pertanian, perkebunan, pertambangan, transportasi, pasar dan sebagainya. 


Transportasi menjadi salah satu faktor yang menggerakkan nadi kehidupan ekonomi di suatu wilayah. Daerah yang memiliki jaringan transportasi lengkap dan lancar akan memiliki kecenderungan untuk berkembang dengan pesat dari segi ekonomi.

c. Aspek Budaya

Aspek budaya yang menjadi kajian dalam geografi misalnya tentang unsur-unsur budaya dan persebarannya, agama, bahasa, kesenian dan lain-lain. 


Keragaman budaya di Indonesia tercermin dari banyaknya suku bangsa, bahasa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Unsur-unsur budaya yang ada dipengaruhi oleh kepercayaan-kepercayaan sesuai sistem religi yang dianut.

d. Aspek Politik

Aspek politik yang menjadi kajian dalam geografi misalnya tentang kepemerintahan dan kepartaian yang meliputi banyaknya partai, sebaran/basis pendukung


Sidang MPR dalam pengambilan keputusan/kebijakan untuk kemajuan pemerintahan dan nasib bangsa dari segi geopolitik

=============

Untuk memahami definisi geografi dalam bentuk presentasi video dapat anda klik icon menuju link Youtube berikut ini.



Sumber Tulisan

1. Daldjoeni, N. 1982. Pengantar Geografi. Bandung : Alumni

2. Hermawan, Iwan. 2009. Geografi Sebuah Pengantar. Bandung : Private Publishing

3. Sumaatmadja, Nursid. 1988. Studi Geografi Suatu Pendekatan dan Analisa Keruangan. Bandung : Alumni

4. Sya, Ahman. 2011. Pengantar Geografi. Bandung : LPPM Bina Sarana Informatika

5. Suharyono dan Moch. Amien. 2013. Pengantar Filsafat Geografi : Yogyakarta : Ombak

6. Yunus, H.S. 2008. Konsep Dan Pendekatan Geografi : Memaknai Hakekat Keilmuannya. Disampaikan dalam sarasehan Forum Pimpinan Pendidikan Tinggi Geografi Indonesia. Yogyakarta : Fakultas Geografi Universitas Gajah Mada

= – = – =

Pendekatan & Objek Kajian Geografi

 Pendekatan Geografi

Pendekatan geografi tuh apa sih? Jadii, pendekatan geografi adalah segala hal yang memiliki hubungan dengan lingkungan hidup manusia, termasuk interaksi antar makhluk hidup dan sekitarnya. Biasanya, pendekatan geografi digunakan untuk menganalisa dan mengkaji berbagai macam gejala alam serta fenomena geosfer.

Ilmu geografi dibagi jadi tiga pendekatan, yaitu pendekatan keruangan, pendekatan ekologi, dan pendekatan kompleks wilayah. Mari kita bahas satu per satu.

1. Pendekatan Keruangan

 


Setiap fenomena geografi di masing-masing wilayah pasti berbeda-beda dan mempunyai pola keruangan/spasial tertentu (spatial structure). Nah, tugas para ahli geografi adalah untuk menjawab pertanyaan, kenapa sih pola keruangan fenomena geografi bisa seperti itu dan bagaimana terjadinya (spatial process).

Akibat perbedaan tersebut biasanya timbul interaksi antarwilayah dalam bentuk adanya pergerakan manusia, barang, dan jasa. Tahukah kamu tema analisis keruangan merupakan ciri utama dari geografi, lho.

Selain itu, pendekatan penelitian keruangan juga paling kuat kemampuannya untuk melakukan perumusan (generalisasi) dalam rangka menyusun teori. Misalnya, contoh konkret penggunaan pendekatan keruangan untuk mengkaji antara tingkat kemiringan lereng, jenis tanah, dan vegetasi dengan terjadinya erosi.

2. Pendekatan Ekologi

Rangkaian fenomena dipandang dalam satu kesatuan ruang dan saling berkaitan di dalam sebuah sistem, dengan manusia sebagai unsur utamanya.

Alasannya, campur tangan manusialah yang membuat keseimbangan ekologis menjadi terganggu. Maka, nggak heran kalau banyak ahli geografi yang memakai analisis ekologi.

Biasanya, pendekatan ekologi untuk mengkaji siklus hidrologi, siklus erosi, pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), serta pengelolaan lingkungan dan sumber daya.

Namun, analisis ekologi juga tidak terlepas dari kelemahannya, yang terletak pada lemahnya perumusan masalah dibanding dengan analisis keruangan. Akibatnya, sulit untuk dapat menghasilkan teori. Tetapi keunggulannya, terletak pada fokus yang lebih besar terhadap masalah lingkungan.

3. Pendekatan Kompleks Wilayah

Pendekatan kompleks wilayah merupakan perpaduan antara analisis keruangan dan analisis ekologi. Kelemahannya adalah kurang jelasnya struktur serta fokus yang berorientasi pada masalah.

Sementara itu, keunggulannya terletak pada fungsinya sebagai penggabungan analisis (sintesis) yang memungkinkan pemahaman secara keseluruhan dan komprehensif atas wilayah. Hal ini tentu saja sangat diperlukan di dalam pengelolaan lingkungan dan sumber daya.

Contoh penggunaan pendekatan kompleks wilayah adalah ketika menganalisis perkembangan wilayah metropolitan yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Pendekatan kompleks wilayah adalah salah satu analisis geografi yang dikemukakan oleh Hartshorne (1939), Luckermann (1964), Broek (1965), Mitchell (1979), dan Hagget (1983).

 

Objek Kajian Geografi

Secara garis besar, objek kajian geografi terbagi menjadi dua nih, ada objek material yang berkaitan dengan fenomena geosfer dan objek formal yang berkaitan dengan cara pandang geografi. Bedanya apa sih?

1. Objek Material

Berupa kajian geografi dan yang paling umum dikenal yaitu mengenai geosfer (lapisan bumi), yang meliputi:

Litosfer (lapisan keras) adalah lapisan luar/kerak bumi kita

Atmosfer (lapisan udara) dan lapisan atmosfer bawah dikenal sebagai troposfer.

Hidrosfer (lapisan air) berupa lautan, danau, sungai, dan air tanah.

Biosfer (lapisan tempat hidup) terdiri atas hewan, tumbuhan, dan manusia sebagai suatu komunitas, bukan dilihat sebagai individu.

Pedosfer (lapisan tanah) yaitu lapisan batuan dan telah mengalami pelapukan, baik pelapukan fisik, organik, maupun kimia.

Kesimpulannya objek material geografi meliputi gejala-gejala yang terjadi di muka bumi, seperti aspek batuan, tanah, gempa bumi, cuaca, iklim, gunung api, udara, air, serta flora dan fauna yang terkait dengan kehidupan manusia.

2. Objek Formal

 


Objek formal dalam geografi adalah sudut pandang dan cara kita berpikir terhadap suatu gejala yang ada di muka bumi. Cara berpikir tersebut mencakup keruangan (spasial), kelingkungan (ekologi), dan kewilayahan (kompleks wilayah) seperti yang sudah kita bahas sebelum ini.

Pada ilmu geografi selalu ditanyakan mengenai di mana suatu gejala terjadi, dan mengapa bisa terjadi di sana. Maka diharapkan mampu menjawab berbagai pertanyaan sebagai berikut.

Apa (what), terkait struktur, pola, fungsi dan proses kejadian di permukaan bumi.

Di mana (where), terkait letak suatu objek geografi di permukaan bumi.

Berapa (how much/many) menjelaskan ukuran (jarak, luas, isi, dan waktu) objek geografi dalam bentuk angka-angka.

Mengapa (why) memuat rangkaian waktu dan tempat, latar belakang, atau interaksi/saling kebergantungan suatu gejala, peristiwa, dan motivasi manusia.

Bagaimana (how), berkaitan dengan penjabaran suatu pola, fungsi, dan proses gejala dan peristiwa.

Kapan (when), menjelaskan waktu berlangsungnya kejadian.

Siapa (who), berkaitan dengan subjek/pelaku dari suatu kejadian atau peristiwa.

Sebagai contoh, ada suatu perkampungan yang mengalami kesulitan air bersih. Dalam memandang peristiwa ini pertanyaan yang harus dijawab, seperti berikut.

Apa (what) yang terjadi? Jawab: kesulitan air bersih.

Di mana (where) kesulitan air bersih terjadi? Jawab: di Kampung Puragi, Sorong Selatan.

Berapa (how much/many) banyak air bersih yang masih bisa dimanfaatkan? Jawab: bila dalam keadaan hujan, debit sungai mencapai 1 l/S, namun saat kemarau panjang sama sekali tidak ada debit.

Mengapa (why) bisa terjadi? Jawab: akibat pengaruh iklim dan letak perkampungan di dekat wilayah pantai, maka jika tidak hujan hanya bisa mengakses air payau.

Bagaimana (how) kesulitan air bersih itu berlangsung? Jawab: hal ini melanda seluruh kawasan Kampung Puragi, yang ditandai dengan mengeringnya sumur-sumur penduduk dan sungai.

Kapan (when) hal itu terjadi? Jawab: terutama saat musim kemarau tiba (April – Oktober).

Siapa (who) yang harus terlibat dalam mengatasi masalah tersebut? Jawab: seluruh masyarakat Kampung Puragi, pemerintah daerah, akademisi, dan pemerintah pusat.


=========
Link video terkait materi :







Prinsip Geografi

 Pengertian Prinsip Geografi

Secara bahasa, prinsip adalah kebenaran yang dijadikan dasar dalam bertindak. Terus, kalau prinsip dalam geografi itu maksudnya gimana yaa?

Prinsip geografi adalah sebuah landasan dalam menjelaskan suatu gejala atau fenomena yang terjadi. Contohnya, kita mau membahas tentang fenomena air terjun.

Dari air terjun ini, hal apa nih, yang mau kita bahas? Letak air terjunnya? Ketinggiannya? Proses pembentukannya? Atau komponen-komponen lainnya? Nah, landasan yang kita gunakan dalam membahas suatu fenomena geografi itulah yang disebut sebagai prinsip geografi.

Jenis-Jenis Prinsip Geografi

Prinsip geografi terdiri atas 4 macam, yaitu prinsip distribusi, prinsip interelasi, prinsip deskripsi, dan prinsip korologi. Cus, kita bahas satu per satu!



1. Prinsip Deskripsi

Prinsip deskripsi adalah prinsip geografi yang digunakan untuk menggambarkan atau memaparkan sebuah fenomena geosfer. Prinsip ini berfokus pada penjabaran, tanpa adanya analisis mendalam.

Penggambaran atau penjabaran pada prinsip ini bisa menggunakan tabel, grafik, peta/citra, serta tulisan. Contohnya seperti tabel data jumlah penduduk di Asia Tenggara, grafik kenaikan jumlah kasus Covid 19 di Indonesia, peta data kerusakan gempa di Palu, dan artikel tentang air terjun Niagara.

2. Prinsip Distribusi

Prinsip distribusi adalah prinsip geografi yang berfokus pada persebaran suatu fenomena geosfer. Jadi, prinsip ini membahas seberapa luas persebaran suatu fenomena, seberapa sering atau jarang suatu fenomena tersebut muncul, dan sebagainya.

Contohnya yaitu peta persebaran sumber daya alam logam di Indonesia dan peta persebaran penduduk Jawa Barat. Ciri khas dari prinsip ini adalah adanya data persebaran, jadi prinsip ini bisa digunakan ketika terdapat ketidakmerataan fenomena di suatu wilayah.

3. Prinsip Interelasi

Prinsip interelasi adalah prinsip geografi yang berfokus pada hubungan timbal balik atau sebab akibat antarfenomena geosfer. Prinsip ini menjelaskan mengapa fenomena bisa terjadi akibat adanya fenomena lain.

Contohnya yaitu gempa bumi bisa terjadi akibat adanya tumbukan lempeng bumi. Selain itu, adanya hujan lebat yang terjadi secara terus-menerus dapat menyebabkan terjadinya banjir.

4. Prinsip Korologi

Prinsip korologi adalah prinsip geografi yang menjabarkan, melihat persebaran, dan hubungan sebab akibat dari fenomena yang terjadi.

Dengan kata lain, prinsip ini merupakan gabungan dari ketiga prinsip sebelumnya, yakni prinsip deskripsi, distribusi, dan interelasi. Karena merupakan gabungan, maka prinsip inilah yang cakupannya paling lengkap dibandingkan prinsip lainnya.

Contohnya kita ingin membahas tentang gunung api di Indonesia, maka kita bisa membahas:

    Jumlah gunung api yang ada di Indonesia.

    Persebaran gunung api di Indonesia.

    Alasan mengapa Indonesia memiliki banyak gunung api (proses terjadinya gunung api).

Contoh lainnya, misalnya kita ingin membahas tentang banjir di suatu wilayah, maka kita bisa membahas:

    Kapan dan di mana banjir tersebut terjadi, apakah ada korban jiwa, seberapa besar kerugian yang timbul.

    Di titik-titik mana saja banjir tersebut terjadi di wilayah tersebut, apakah terjadi di seluruh wilayah atau memusat di titik tertentu saja.

    Alasan mengapa banjir tersebut bisa terjadi.


=================

Link Video materi terkait:






Rabu, 12 November 2025

Soal SIG

 

Soal SIG

 

Soal 1

Seorang peneliti lingkungan ingin mengetahui daerah yang paling berpotensi longsor dengan memadukan data curah hujan, kemiringan lereng, dan jenis tanah. Kegiatan tersebut menggambarkan bahwa SIG berfungsi untuk...
A. Membuat peta fisik wilayah secara manual.
B. Menyimpan data numerik tanpa lokasi.
C. Menganalisis dan mengintegrasikan berbagai data spasial.
D. Mengukur luas wilayah tanpa peta digital.
E. Menentukan arah dan jarak menggunakan GPS saja.

Kunci Jawaban: C
Level HOTS: Menganalisis fungsi integratif SIG dalam pengolahan data spasial.


Soal 2

Perhatikan beberapa aktivitas berikut:

1.    Mengumpulkan data spasial dari citra satelit.

2.    Mengubah data spasial menjadi informasi tematik.

3.    Mengganti warna simbol agar peta lebih menarik.

4.    Menghitung jarak antara dua titik pada peta digital.

5.    Menyimpan data dalam format tabel Excel tanpa koordinat.

Yang termasuk dalam pengertian SIG secara operasional adalah...
A. 1, 2, dan 3
B. 1, 2, dan 4
C. 2, 3, dan 5
D. 3, 4, dan 5
E. 1, 3, dan 5

Kunci Jawaban: B
Level HOTS: Mengevaluasi aktivitas yang sesuai dengan konsep operasional SIG.


Soal 3

Pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan pengertian SIG adalah...
A. Alat untuk menggambar peta secara digital tanpa analisis.
B. Sistem manual untuk mencatat data geografis di lapangan.
C. Gabungan antara perangkat keras, perangkat lunak, dan data untuk menganalisis fenomena geografis.
D. Metode untuk menentukan arah mata angin di peta.
E. Teknik untuk mengubah citra satelit menjadi foto udara.

Kunci Jawaban: C
Level HOTS: Memahami konsep sistemik SIG sebagai integrasi berbagai komponen.


Soal 4

Seseorang mengatakan bahwa “SIG tidak penting karena semua data bisa dilihat di Google Maps.”
Pernyataan tersebut tidak tepat karena...
A. SIG hanya digunakan oleh lembaga pemerintah.
B. Google Maps merupakan contoh hasil penerapan teknologi SIG, bukan keseluruhan sistemnya.
C. SIG tidak dapat digunakan untuk navigasi.
D. Google Maps tidak mengandung data spasial.
E. SIG tidak memiliki fungsi analisis.

Kunci Jawaban: B
Level HOTS: Mengevaluasi miskonsepsi tentang perbedaan antara aplikasi peta dan sistem SIG.


Soal 5

Kamu diminta membantu menentukan lokasi ideal pembangunan sekolah baru di Kecamatan Arut Selatan.
Langkah pertama yang paling tepat dalam konteks penggunaan SIG adalah...
A. Mendesain bangunan sekolah dalam software 3D.
B. Mengumpulkan data kependudukan, akses jalan, dan ketersediaan lahan.
C. Mencari lokasi sekolah lain menggunakan Google Search.
D. Membuat anggaran pembangunan sekolah.
E. Melakukan wawancara dengan warga tanpa peta dasar.

Kunci Jawaban: B
Level HOTS: Menerapkan konsep SIG untuk perencanaan berbasis lokasi.